Ngobrol sore bareng Pegiat Literasi dan Anak Muda (Foto: Muhammad Fachri Ramlih)
Depok, Klik Indonesia - Penggagas komunitas Indonesia Book Party, Samuel Pandiangan, menyampaikan pentingnya peran anak-anak dalam menulis dan bercerita. Hal ini ia sampaikan langsung pada sesi Ngobrol Sore Bareng Pegiat Literasi dan Anak Muda #BukuTanpaBatas di Festival Literasi dan Iklim 2025.
Acara festival literasi dan Iklim ini digelar pada Minggu, (21/9) di Plaza Kaberesi, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. Festival ini juga turut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan tokoh penting lainnya.
Dalam paparannya, Samuel menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam bidang literasi. Ia merujuk hasil survei PISA (Programme for International Student Assessment) yang menempatkan Indonesia diurutan 69 dari 81 negara. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi masalah serius bagi masa depan bangsa jika tidak segera diatasi.
“Bisa dikatakan hanya ada satu dari seribu orang di Indonesia yang benar-benar bisa membaca dengan baik. Ini masalah yang sangat besar,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kebiasaan orang tua dan guru yang kerap melarang anak banyak bertanya karena dianggap merepotkan. Padahal, menurutnya, rasa ingin tahu dan keberanian bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.
“Anak yang dicegah untuk bertanya justru kehilangan kesempatan melatih diri mengolah informasi. Akibatnya, di sekolah mereka tidak terbiasa bercerita, apalagi berargumentasi saat dewasa,” tambah Samuel.
Melihat kondisi tersebut, Samuel bersama komunitasnya serta berkolaborasi dengan pegiat literasi di daerah lainnya, untuk ikut menggagas pembuatan buku yang ditulis langsung oleh anak-anak.
“Kita akan ajak mereka untuk bercerita. Kita akan ajak mereka untuk membuat buku cerita mereka sendiri, supaya mereka bisa lebih percaya diri, bernalar, dan aktif dengan buku,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramlih

Posting Komentar