Mahasiswa dan Influencer Satukan Suara

Potret Influencer membawa tuntutan (Dok/instagram @jeromepolin)

Depok, Klik Indonesia - Jakarta kembali menjadi saksi perjuangan mahasiswa yang turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Mereka menyuarakan aspirasi untuk menolak kebijakan-kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat.

Gelombang demonstrasi ini mendapat perhatian luas dari publik dan didukung oleh tokoh masyarakat, termasuk influencer Ferry Irwandi. Dia aktif menguatkan suara mahasiswa di media sosial dan mengkritik cara pemerintah menangani aksi tersebut. Serta turut menyebarluaskan 17+8 tuntutan rakyat di media sosial bersama malaka project.

Influencer mendukung aspirasi

Salah satu tokoh yang ikut menggaungkan suara demonstran adalah Ferry Irwandi. Seorang influencer yang aktif memberikan dukungan moral dan kritik konstruktif di media sosial. Ferry hadir langsung di lokasi aksi, menyuarakan aspirasi dengan cara damai dan menghindari provokasi yang bisa merusak tujuan.

Ferry juga mengkritik pemerintah tentang negara yang harus berbenah karena rakyat sudah kehilangan banyak hal. Ia juga berpesan jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Ferry juga turut memperluas penyebaran pesan perjuangan lewat platform digital, menjadikan aksi ini berbicara tidak hanya di jalanan tapi juga di dunia maya. “Negara ini layak mendapat pemerintah dan perwakilan yang lebih baik. Penjahatnya bukan kita tapi mereka! yang makar bukan kita tapi mereka! Revolusi!,” ujar Ferry Irwandi dalam orasinya.

Tuntutan Mahasiswa

Demo yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga 31 Agustus 2025, diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta. Mereka menuntut agar pemerintah membekukan kenaikan gaji dan tunjangan DPR yang dinilai tidak tepat di tengah sulitnya kondisi ekonomi rakyat saat ini.

Mahasiswa juga mendesak transparansi anggaran DPR. Mereka meminta DPR mempublikasikan secara terbuka rincian gaji, tunjangan, fasilitas rumah dinas, dan lainnya agar masyarakat bisa mengawasi penggunaan anggaran negara. Dalam aksi yang terjadi, mereka berorasi pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dari wakil rakyat.

Dampak Aksi Lapangan

Awalnya demonstrasi itu berlangsung tertib, namun suasana berubah tegang ketika sejumlah mahasiswa berusaha memasuki kompleks DPR. Aparat merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.

Bentrokan pun tak terhindarkan, menimbulkan korban luka dari kedua pihak. Sampai akhirnya satu nyawa melayang, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban insiden di tengah aksi. 

Meski sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat, namun semangat mahasiswa tidak pernah surut. Mereka tetap menyuarakan tuntutan dengan lantang, hal ini menunjukkan bahwa aspirasi mahasiswa tidak bisa diabaikan. Aksi ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan keresahan dan tuntutan perubahan yang mendesak di lembaga legislatif.

Suara Harapan Demonstran

Aksi demo di Jakarta ini menjadi simbol kegigihan mahasiswa dalam menyuarakan ketidakadilan dalam sistem politik. Di tengah ketegangan saat itu, mereka tetap menunjukkan bahwa demokrasi hidup ketika aspirasi didengar dan ditindaklanjuti.

Dengan dukungan influencer seperti Ferry Irwandi, perjuangan ini mendapat daya dorong kuat untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Harapannya, DPR dan pemerintah akan menepati janji-janji perubahan sehingga reformasi nyata dapat terwujud.

Namun apakah DPR benar-benar mendengar semua suara tuntutan rakyat, atau aspirasi ini hanya akan kembali menguap di jalanan?






Penulis: Muhammad Fachri Ramlih

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama